Keadilan Tak Kunjung Datang: Keluarga Penganiayaan Siswa SMP di Manado ‘Geruduk’ Propam Gegara Laporan Mandek!

 


​MANADO – Harapan keluarga korban kekerasan anak untuk mendapatkan keadilan kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Isje Merry Takainginang, ibu dari korban PR. Briggita Kenzha Sophia Tariang (13), resmi menempuh jalur hukum lebih lanjut dengan melaporkan dugaan lambatnya penanganan perkara oleh penyidik Polresta Manado ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) melalui kanal laporan barcode resmi.

​Langkah tegas ini diambil keluarga setelah laporan polisi bernomor STTLP/B/812/IV/2026/SPKT/POLRESTA MANADO yang dilayangkan sejak 16 April 2026, dinilai berjalan di tempat.

​Kronologi Kejadian: Kekerasan di Lingkungan Sekolah

​Berdasarkan surat laporan tersebut, peristiwa nahas terjadi pada Rabu, 15 April 2026, di SMP Advent Tikala, Manado. Korban diduga dianiaya secara brutal oleh terlapor berinisial M.

​Korban dilaporkan ditarik rambutnya hingga terjatuh ke lantai, kemudian dipukul berulang kali di bagian kepala. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bengkak di kepala serta trauma fisik dan psikis yang mendalam.

​Keluarga Kesal: "Anak Kami Trauma dan kesakitan, Tapi Pelaku Masih Melenggang"

​Pihak keluarga menyatakan kekesalannya karena hingga kini proses hukum terkesan tidak menunjukkan kemajuan berarti (progresif).

​"Kami sudah melapor secara resmi, bukti sudah jelas, tapi kenapa penanganannya lambat sekali? Kami merasa keadilan bagi anak kami sedang dipermainkan," ujar salah satu kerabat korban dengan nada kesal.

​Rasa frustasi inilah yang mendorong keluarga untuk tidak tinggal diam. Mereka kini resmi meminta bantuan Propam Polda Sulawesi Utara untuk mengaudit kinerja penyidik yang menangani kasus ini.

​Lapor Barcode Propam: Upaya Mencari Keadilan yang Terhambat

​Keluarga korban berharap dengan adanya laporan ke Propam, ada pengawasan langsung terhadap penyidik agar kasus ini tidak dipetieskan. Mereka menuntut profesionalisme Polri sesuai jargon "Presisi" dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu respons resmi dari pihak kepolisian terkait kelanjutan laporan mereka. Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Manado, mengingat kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.

Lebih baru Lebih lama