Antrean SPBU di Manado Mengular, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tegaskan Bukan Kelangkaan - Ini Penjelasan Skema Clusterisasi


MANADO - Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat di sejumlah SPBU Kota Manado, Sulawesi Utara, sejak awal Oktober 2026, menimbulkan keresahan warga. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi angkat bicara dan menegaskan kondisi tersebut bukan karena stok menipis.

Humas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Area Manager Communication, Relation & CSR, Lilik Hardiyanto, menjelaskan fenomena antrean yang terjadi di Manado tidak lepas dari dua faktor utama: lonjakan konsumsi yang signifikan dan uji coba penataan pelayanan.

Lilik menegaskan istilah resmi yang digunakan perusahaan adalah "Clusterisasi Layanan (Uji Coba Skema Clusterisasi)", bukan istilah informal "satu pintu" yang beredar di masyarakat.

Berikut 2 Poin Utama Penjelasan Resmi Humas Pertamina:

1. Uji Coba Skema Clusterisasi Layanan

Menurut Lilik, Pertamina bersama pemerintah daerah, termasuk Pemkot Makassar dan Pemkot Manado, sedang menguji coba skema clusterisasi pelayanan Biosolar dan Pertalite di sejumlah SPBU penyalur.

Tujuannya adalah:

• Mencari pola pelayanan yang lebih tertata di kawasan dengan mobilitas kendaraan tinggi seperti Ring Road, Boulevard, dan pusat kota Manado. • Mengatur waktu pengisian serta jenis kendaraan di titik-titik tertentu agar antrean tidak meluber ke jalan raya dan mengganggu lalu lintas. • Menghindari kepadatan di sekitar area SPBU dengan menata kendaraan di dalam area pengisian secara lebih terstruktur. 

Skema ini yang membuat di beberapa SPBU terlihat tutup sementara atau antrean terfokus di satu titik, sehingga menimbulkan kesan langka.

2. Lonjakan Konsumsi dan Jaminan Stok Aman

Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Sulawesi, termasuk Manado, dalam kondisi aman dan tidak ada pengurangan pasokan harian.

Antrean yang kembali mengular di bulan Oktober dipicu oleh lonjakan konsumsi. Berdasarkan data evaluasi bersama BPH Migas, penyaluran BBM jenis Pertalite bahkan sempat melonjak hingga 160% dari kondisi normal.

Untuk wilayah Manado sendiri, hal ini diperkuat dengan langkah konkret:

Pertamina mendatangkan tambahan pasokan 3.000 KL Pertalite melalui kapal MT Naura di Integrated Terminal Bitung pada 13 Oktober 2026, dan akan menambah lagi 5.000 KL pada 16 Oktober 2026. Langkah ini diambil setelah Pemkot Manado dalam rapat resmi pada 15 Oktober 2026 mendesak agar antrean diurai dalam 2-3 hari.

Selain pasokan, Pertamina juga menempatkan petugas marshal untuk mengurai antrean dan melakukan monitoring intensif bersama APH dan Pemda agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

Pertamina mengimbau masyarakat Manado untuk tetap tenang, membeli sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan pembelian berulang yang berlebihan.

Lebih baru Lebih lama