MANADO — Sebuah video aksi sosial yang menyentuh hati belakangan ini mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Sosok pria bernama Giofanny Ellyandrian Agoes, atau yang akrab disapa Tole, menuai banjir pujian setelah turun tangan langsung membantu anak-anak di Perumahan Relokasi Pandu yang terancam tidak bisa sekolah akibat kendala administrasi.
Prihatin dengan kondisi anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi namun terbentur aturan dokumen, Tole tidak tinggal diam. Ia memboyong anak-anak tersebut langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus Akta Kelahiran yang menjadi syarat utama pendaftaran sekolah.
Momen Hangat: Diajak Makan Ayam Goreng Bersama
Tak hanya sekadar membantu mengurus berkas administrasi yang rumit, ketulusan hati Tole kian terlihat ketika ia meluangkan waktu khusus untuk menyenangkan hati anak-anak tersebut. Di sela-sela kegiatan, Tole membawa mereka ke sebuah restoran cepat saji untuk menikmati hidangan fried chicken (KFC).
Sambil berkumpul bersama, Tole tampak dengan sabar mendengarkan cerita dan sesekali memberikan arahan tentang persiapan sekolah mereka ke depan. Gurat kebahagiaan dan senyum lebar tak lepas dari wajah anak-anak ini saat menikmati makanan bersama sosok yang kini menjadi pahlawan bagi masa depan mereka.
"Semangat mau sekolah toh? Torang urus dulu depe akta di Capil. Torang harus ikuti apa pemerintah [perintahkan]," ujar Tole dalam video viral tersebut, menyemangati anak-anak yang tampak tersenyum lebar penuh harapan.
Pegang Teguh Filosofi "Si Tou Timou Tumou Tou"
Aksi tulus Tole ini dinilai sebagai wujud nyata dari filosofi luhur masyarakat Minahasa, yaitu Si Tou Timou Tumou Tou—manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain. Alih-alih hanya mengeluh di media sosial, langkah konkretnya mendampingi langsung hingga memberikan perhatian emosional di lapangan dinilai sebagai teladan yang luar biasa.
Banjir Apresiasi dari Netizen hingga Pemerintah
Tidak butuh waktu lama bagi video ini untuk mengundang simpati luas. Berbagai elemen masyarakat langsung memberikan respons positif:
Kalangan Dunia Maya (Netizen): Kolom komentar dipenuhi oleh apresiasi mendalam. Banyak warganet yang mengaku terharu melihat kedekatan Tole dengan anak-anak saat makan bersama dan berharap aksi ini bisa mengetuk hati lebih banyak orang.
Pemerhati Pendidikan: Para aktivis pendidikan menyambut baik inisiatif ini. Mereka menekankan bahwa masalah administratif sering kali menjadi "tembok besar" yang menghalangi anak-anak dari hak dasar mereka untuk belajar, dan apa yang dilakukan Tole adalah solusi yang sangat dinantikan.
Pihak Pemerintah: Apresiasi juga datang dari jajaran pemerintah setempat. Langkah kolaboratif yang ditunjukkan Tole dinilai sangat membantu menyukseskan program wajib belajar dan menekan angka anak putus sekolah.
Aksi viral ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian kecil kita hari ini bisa menjadi jembatan masa depan bagi anak-anak yang membutuhkan.