MANADO – Awan mendung menyelimuti dunia hiburan Sulawesi Utara. Sang pelantun lagu fenomenal "Si Towo Si Putar Bale", Melly Pandean, dikabarkan telah menghembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Senin, 27 April 2026.
Almarhumah dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Malalayang, Manado. Kabar kepergian sosok yang akrab disapa Oma Melly ini dengan cepat tersebar dan memicu gelombang duka dari para penggemar serta kerabat di media sosial.
Sosok yang Penuh Tawa dan Energi
Melly Pandean bukan sekadar penyanyi; ia adalah ikon keceriaan bagi masyarakat Sulawesi Utara. Namanya meroket lewat lagu-lagu dengan lirik jenaka yang dibalut dialek Manado yang kental. Penampilannya di atas panggung selalu dinanti karena kemampuannya menghidupkan suasana dengan gaya yang humoris dan penuh semangat.
Setiap bait dalam lagu "Si Towo Si Putar Bale" seolah menjadi pengingat akan karakter beliau yang rendah hati namun mampu mengocok perut pendengarnya. Bagi banyak orang, Melly adalah sosok seniman yang berhasil menyatukan hiburan dengan identitas budaya lokal yang kuat.
Kehilangan Besar bagi Bumi Nyiur Melambai
Kepergian Melly Pandean menjadi kehilangan yang sangat mendalam bagi industri musik daerah. Ia meninggalkan warisan karya yang akan selalu diputar dalam berbagai perayaan dan momen kegembiraan warga Sulawesi Utara.
Banyak rekan sejawat sesama seniman Manado mengenang beliau sebagai sosok senior yang penuh kasih dan selalu memberikan motivasi bagi para penyanyi muda.
"Selamat jalan, Oma Melly Pandean. Terima kasih atas tawa, lagu, dan keceriaan yang telah engkau bagikan selama ini. Karya-karyamu akan tetap abadi dan selalu hidup di hati kami."
Segenap masyarakat Sulawesi Utara turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.