Isu Program Makanan Bergizi Gratis Ingin Diganti Sembako, Ini Tanggapan Tegas DPRD Manado

MANADO – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu pilar utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menuai sorotan.

 Menanggapi adanya isu dan usulan dari sejumlah pihak agar program MBG dialihkan menjadi pembagian sembako kepada orang tua murid, Anggota DPRD Kota Manado sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Ferdinand Djeki Dumais, memberikan tanggapan tegas.

​Ferdinand menyatakan dengan yakin bahwa program MBG harus tetap disalurkan secara langsung kepada para penerima manfaat, bukan diubah dalam bentuk paket sembako.

​"Saya masih sangat yakin dengan pemikiran dan strategi Presiden bahwa MBG ini harus langsung ke penerima manfaat. Siapa penerima manfaat ini? Adalah mereka mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, juga ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan masyarakat di daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan)," ujar Ferdinand saat diwawancarai, Kamis (18/6/2026).

Landasan Hukum dan Dampak Ekonomi Nyata

​Ferdinand menjelaskan bahwa program ini memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, yang diturunkan dari visi misi Asta Cita. Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pengentasan masalah stunting, melainkan memiliki dampak pengganda (multiplier effect) yang sangat besar bagi perekonomian nasional dan daerah.

​Hingga saat ini, program MBG diklaim telah menjangkau lebih dari 62 juta anak Indonesia melalui puluhan ribu Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

​"Setiap Rp100 triliun yang dikucurkan lewat program ini menumbuhkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,5 sampai 0,8 persen. Lewat MBG, ekonomi lokal bergerak, UMKM dan warung-warung mulai hidup. Ini menciptakan keadilan ekonomi yang terdistribusi secara merata," tambahnya.

Kritik Terhadap Pandangan Keliru

​Dalam kesempatan yang sama, Ferdinand juga merespons kritik dari mantan Ketua BEM UGM, Tio, yang sempat viral di media sosial terkait anggaran MBG. Ferdinand menilai pandangan tersebut sebagai sebuah kesalahan berpikir (logical fallacy atau strawman fallacy).

​"Saudara Tio terlalu membuat ini sederhana. Dia hanya berpikir bahwa banyak anggaran yang tersedot kepada program MBG ini. Padahal, justru program ini memberikan multiplier effect. Saya yakin PDRB Kota Manado, Sulawesi Utara, serta PDB Indonesia akan naik karena program ini," tegasnya.

​Ferdinand pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpikir positif dan mendukung keberlanjutan program strategis ini demi peningkatan martabat bangsa dan pemenuhan gizi generasi masa depan Indonesia.

Lebih baru Lebih lama