Tepis Isu Pencemaran, PT Indo Hong Hai Tegaskan Operasional Pemotongan Kapal di Kadoodan Sesuai Regulasi


​BITUNG, – Manajemen PT Indo Hong Hai angkat bicara terkait polemik aktivitas pemotongan kapal (ship breaking) di wilayah Kadoodan, Kota Bitung. Pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh operasional yang berjalan telah memenuhi standar keselamatan kerja dan ramah lingkungan, sekaligus menepis tudingan miring yang beredar di masyarakat.

​Penanggung Jawab Operasional PT Indo Hong Hai, Haji Udin, menyatakan bahwa isu mengenai pencemaran udara akibat aktivitas perusahaan adalah informasi yang keliru dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

​"Tuduhan bahwa kegiatan kami mencemari udara hingga mengganggu warga itu sama sekali tidak benar. Komunikasi kami dengan masyarakat sekitar terjalin sangat baik, dan dalam operasional harian, kami selalu memprioritaskan standar kenyamanan lingkungan," ujar Haji Udin saat memantau kondisi lapangan, Kamis (25/6/2026).

​Kantongi Izin Resmi dan Lolos Pemeriksaan DLH

​Menjawab spekulasi terkait legalitas usaha, Haji Udin memastikan bahwa PT Indo Hong Hai telah mengantongi seluruh perizinan resmi yang disyaratkan oleh pemerintah. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi. Hasil pemeriksaan menyatakan aktivitas perusahaan telah memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan.

​"Segala tuduhan yang menyebut kami beroperasi tanpa izin adalah hoaks. Kami selalu bersikap kooperatif terhadap pemerintah dan instansi terkait," tegasnya.

​Terapkan Standar K3 Ketat dan Dorong Ekonomi Lokal

​Di lokasi kerja, PT Indo Hong Hai mengklaim telah menerapkan pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat, termasuk dalam manajemen pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

 Bagi manajemen, industri ship breaking bukan sekadar aktivitas memotong besi tua, melainkan sebuah proses yang menuntut tanggung jawab besar terhadap kelestarian ekosistem perairan Bitung.

​Selain fokus pada isu lingkungan, keberadaan industri ini juga menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dari warga sekitar.

​Komitmen pada Transparansi

​Sebagai bentuk keterbukaan informasi dan upaya menjaga kepercayaan publik, pihak manajemen menyatakan siap menerima masukan maupun kunjungan langsung dari pihak-pihak yang berkepentingan.

​"Kami sangat terbuka jika ada pihak yang ingin melihat langsung bagaimana prosedur kerja kami di lapangan. Kami berkomitmen mendukung iklim usaha yang sehat dan sepenuhnya tunduk pada regulasi pemerintah," pungkas Haji Udin.

​Klarifikasi resmi ini diharapkan dapat meluruskan simpang siur informasi yang berkembang di Kadoodan, sekaligus memberikan kepastian hukum kepada para pemangku kepentingan mengenai komitmen hijau perusahaan.

​Red.(Luna)

Lebih baru Lebih lama