BRIGNAS-RI.COM
Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato kenegaraan yang menekankan optimisme, reformasi, dan komitmen terhadap perdamaian di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Presiden membuka pidatonya dengan menyampaikan hasil survei Gallup dan Harvard University yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling bahagia dan paling optimistis di dunia.
“Ini menggembirakan, tetapi juga menyentuh hati saya. Banyak rakyat Indonesia masih hidup di gubuk, tanpa air bersih atau kamar mandi, makan dengan nasi dan garam. Namun mereka tetap tersenyum, karena punya harapan,” ujar Presiden Prabowo.
Ia juga menyampaikan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun. Pemerintah menargetkan swasembada jagung, gula, dan protein dalam waktu mendatang.
Di bidang perdagangan, Indonesia aktif memperluas integrasi global dengan menandatangani perjanjian dagang komprehensif bersama Uni Eropa, Kanada, Peru, dan Eurasia. Prabowo menyebut Indonesia tidak takut pada globalisasi, selama dilakukan secara adil dan berlandaskan prinsip “win-win”.
“Kami percaya perdagangan adalah alat untuk menciptakan kemakmuran, bukan ancaman bagi kedaulatan,” ujarnya.
Presiden menegaskan bahwa cita-cita Indonesia menjadi negara modern yang bebas dari kemiskinan hanya dapat dicapai melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, dan bebas korupsi.
Dalam setahun terakhir, pemerintah berhasil menghapus ratusan regulasi yang tidak rasional dan membuka ruang bagi reformasi birokrasi, investasi, dan pertumbuhan sektor swasta.
“Kami percaya pertumbuhan memerlukan sektor swasta yang dinamis, stabilitas politik, dan kepastian hukum. Indonesia sekarang dan selamanya terbuka untuk investasi, baik asing maupun domestik,” tegas Prabowo.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun budaya birokrasi baru yang melayani publik dan menolak kolusi dengan pelaku ekonomi rakus. Investasi besar dalam infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan disebut sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Presiden mengajak dunia untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra damai dan pembangunan.
“Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan. Kami ingin menjadi sahabat bagi semua, musuh bagi tidak seorang pun. Seribu teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ucapnya.
Prabowo juga menyinggung peran Indonesia dalam pelestarian lingkungan dan lautan. Ia mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit pertama yang digelar bersama WEF pada Juni 2026 di Bali, dengan partisipasi tokoh global seperti Ray Dalio dan kapal riset OceanX.
“Indonesia adalah negara maritim. Tiga perempat wilayah kami adalah laut. Kami sangat peduli pada masa depan lautan dunia,” tutup Presiden Prabowo.
Red